Hud adalah nabi yang diutus Allah kepada kaum 'Ad di Al-Ahqaf, sebagaimana firman Allah, "Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Ad, yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaf ..."(Qs Al-Ahqaaf 21).
Kaum Ad hidup didaerah yang tanahnya subur. Mata Air mengalir dari segala penjuru, sehingga memudahkan mereka mengelola pertanian. Mereka juga mendirikan gedung gedung megah di kota-kota.
Kaum 'Ad diberikan kekayaan harta benda oleh Allah. Akan tetapi, kaum 'Ad lupa bersyukur kepada Allah. Mereka malah meyembah berhala, yaitu Shada, Shamud, dan Al-Haba.
Nabi Hud a.s Memperingati Kaumnya.
Alquran mengatakan, Dan (kami telah mengutus) kapada kaum 'Ad, saudara mereka, Hud. ia berkata "Hai kaumku, sembahlah Allah. Sekali kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?" (Qs Al-A'raaf 65).
Kaum 'Ad bukannya menyadari kesalahannya dan bersyukur tapi semakin melampaui batas. Mereka melampiaskan hawa nafsu dan syahwat, berbuat fitnah dan bertengkar.
Nabi Hud tidak pernah bosan nya mengajak kaum 'Ad untuk beriman dan menyembah Allah, serta meninggalkan maksiat.
Peringatan Nabi Hud tidak mereka dengar. Malah, pembesar pembesar mereka mengolok olok Nabi Hud. Mereka membantah dengan kata kata kasar dan kotor. Mereka berkata, " Hai Hud, engkau tidak membawa bukti nyata. Kami tidak akan pernah meninggalkan tuhan tuhan kami lantaran omonganmu itu. Dan kami tidak percaya kepadamu."
Turunnya Siksa
Karena tidak mendengar yang Nabi Hud katakan, malah makin menjadi jadi. Akhirnya Allah menurunkan siksa-Nya kepada kaum 'Ad. Allah meniupkan angin panas yang bisa membakar manusia. angin itu berhembus selama tujuh hari tujuh malam. Karena panasnya angin tersebut kaum 'Ad akhirnya binasa.
Secara diam diam, nabi Hud dan pengikutnya telah meninggalkan tempat tinggal mereka sebelum angin bertiup. Kemudian Nabi Hud memulai hidup baru di Hadramaut bersama pengikutnya, orang orang beriman.
Dari hari kehari, bulan ke bulan, dan tahun berganti tahun, penduduk didaerah itu semakin banyak, nabi Hud pun semakin tua. Ketika usianya genap 472 tahun, Nabi Hud pulang kepangkuan Ilahi. Selesailah kewajibannya menyerukan kebaikan dan mengajak umat untuk meninggalkan kemaksiatan. Jenazahnya dikuburkan disebelah timu Kota Hadramaut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar