Shaleh diutus Allah untuk berdakwah dan menyerukan kebenaran kepada kaum Tsamud. Kaum Tsamud menghuni daerah Hadramaut, yakni daratan antara Yaman dan Syam (syria). Kaum Tsamud ini mempunyai ilmu pengetahuan, ketrampilan dan kecakapan dalam bercocok tanam dan berternak sehingga hidupnya makmur.
Semua itu adalah karunia yang Allah berikan, tidak hanya itu, merekapun diberi kekuatan fisik yang tangguh. Mereka sanggup mengukir gunung gunung untuk dijadikan pemandangan indah. Mereka membangun gedung gedung tinggi. Mereka juga membuat rumah rumah di tebing tebing gunung yang dilubangi dan dipahat.
Namun mereka tidak mengenal Tuhan, Berhala yang mereka sembah, Hukum yang berlaku hukum rimba, hukum yang bertentangan dengan kemanusiaan. Gay hidup mereka jauh dari kebenaran dan kemanusiaan. Orang orang kaya hidup berfoya foya, bermabuk mabukan, berzinah dan lain lain. Perampokan terjadi disana sini. Penganiayaan dan perbuatan zalim dapat dijumpai setiap hari. Orang yang lemah menjadi budak dan diperlakukan tidak manusiawi.
Kemudian, Allah mengutus Shaleh kepada kaum Tsamud, Nabi Shaleh berkata, " Wahai Saudaraku, kaum Tsamud, kebiasaanmu menyembah berhala itu sangat keliru. Sesungguhnya Tuhan yang wajib kalian sembah adalah Allah."
" Hei Shaleh! siapakah Allah itu?" tanya salah seorang dari mereka.
"Dia adalah Tuhan sekalian manusia, sekalian mahluk. Dialah yang berkuasa atas segala galanya. Dialah tempat meminta ampunan, temapt memohon pertolongan dari kesulitan," kata Nabi Shaleh menjelaskan.
"Coba tunjukan dimana Tuhanmu itu. Bagaimana wujudnya, apakah sama dengan tuhan tuhan kami?".
"Masya Allah, kalian sungguh keterlaluan. kalian tidak akan mampu melihat wujud Allah," jawab Nabi Shaleh.
"Pembual! Omong kosong kau, hei Shaleh. Aku tidak mempercayai omonganmu sedikitpun sebelum kau menunjukan bukti, mukjizatmu kepada kami. Tunjukkanlah bukti bukti kehebatanmu sebagai nabi utusan Tuhanmu itu!, Baru kami akan mempercayai dan mengikutimu!" kata orang orang Tsamud. Dialog ini diterangkan dalam Alquran Surah Huud 61-62.
Maka nabi Shaleh memohon kepada Allah untuk memberikan mukjizat. Saat itu pula Allah memerintahkan Nabi Shaleh untuk memukulkan tangannya ke atas permukaan batu yang ada didepannya. Setelah memukulkan tangannya muncullah Unta yang gemuk, besar dan bagus. tentu saja kandungan susunya banyak. Orang orang Tsamud terperanjat saking herannya mereka bergumam bagaikan suara lebah.
Nabi Shaleh lalu berkata, "Hei kaumku, inilah tanda bahwa aku Nabi pesuruh Allah. Sembahlah Allah dan tinggalkan berhala berhala itu. Kalian jangan mengganggu unta ini, binatang ini perlu minum sebagaimana kalian minum. Jika kalian menginginkan susunya silahkan memerahnya!". Kisah tentang unta ini ada di dalam Alquran Surah Asy-Syu'araa 155-159.
Sejak awal Nabi Shaleh memperingatkan untuk tidak mengganggu Unta itu apalagi membunuhnya, dikhawatirkan Allah akan murka.
Sejak itulah sang unta berkeliaran. Ia berpindah pindah tempat kemana ia suka. Setiap hari orang orang antre untuk mendapatkan susunya. Anehnya susu unta tersebut keluar terus walaupun banyak orang yang memerahnya.
Pembunuhan Unta
Sebagian Kaum Tsamud gembira, sebagian lagi sangat tidak menyukai kehadiran unta ajaib itu, mereka adalah orang orang yang sejak lama tidak menyukai Nabi Shaleh.
Pada suatu malam mereka berunding untuk membunuh unta tersebut. Mereka kawatir jika unta itu dibiarkan hidup terus, akan semakin banyak orang beriman dan mengikuti nabi Shaleh. Mereka sepakat dan mereka menunjuk seorang pemuda berbadan kekar untuk membunuh unta itu.
Keesokan harinya seperti biasa orang orang berbondong bondong meyambut kedatangan unta untuk memerah susunya, Diam diam seorang pemuda kafir sedang menanti saat yang tepat untuk membunuh unta itu. Ketika orang orang sudah meninggalkan unta itu, si pemudapun membunuhnya.
Mengetahui untanya disembelih, Nabi Shaleh marah sekali. Ia segera menuju kesana, sesampainya disana Nabi Shaleh berkata," Wahai kaumku! Siapakah yang berani beraninya membunuh Unta ajaib itu?"
Pemuda yang membunuh unta tersebut itu berkata "Akibat unta mu itu, telaga menjadi kotor. Orang orang tergila gila kepada air susunya. Kamilah yang membinasakannya."
"Apakah engaku tidak ingat? aku telah memperingatkan, jangan sekali kali mengganggu unta itu. Apalagi sampai membunuhnya. Bila kalian melakukannya, berarti kalian siap menerima azab dari Allah." kata nabi shaleh.
"mana mungkin Tuhanmu bisa mengirim azab. Buktikan! kami ingin tahu dan merasakan!" tantang mereka.
Kehancuran Kaum Tsamud
Setelah tantangan kaum Tsamud itu, Nabi Shaleh memberitahu bahwa Azab akan datang tiga hari lagi. Hal ini dijelaskan Allah dalam Alquran Surah Huud 65.
Karena membunuh unta tersebut. Maka berkatalah nabi Shaleh " Bersuka rialah kamu sekalian dirumah selam tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."
Pada hati pertama setelah pembunuhan unta tersebut, masih terasa biasa biasa saja. Hari keduapun sama. Akhirnya, pada hari ketiga, janji Allah datang, langit menjadi gelap, Orang orang mulai panik. Sementara Nabi Shaleh dan pengikutnya, orang orang beriman, sudah pergi menyelamatkan diri. Petirpun menyambar orang orang kafir.
Alquran mengatakan,"Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya." (Qs Adz-Dzaariyaat 44).
Mereka juga digunjang gempa. Mereka pun mati didalam rumah mereka. Allah berfirman, " Karena itu mereka ditimpa gempa, karena itu jadilah mereka mayat mayat yang bergelimpangan ditempat tinggal mereka." (Qs Al-A'raaf 78).
Sabtu, 18 Desember 2010
Nabi Hud. a.s
Hud adalah nabi yang diutus Allah kepada kaum 'Ad di Al-Ahqaf, sebagaimana firman Allah, "Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Ad, yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaf ..."(Qs Al-Ahqaaf 21).
Kaum Ad hidup didaerah yang tanahnya subur. Mata Air mengalir dari segala penjuru, sehingga memudahkan mereka mengelola pertanian. Mereka juga mendirikan gedung gedung megah di kota-kota.
Kaum 'Ad diberikan kekayaan harta benda oleh Allah. Akan tetapi, kaum 'Ad lupa bersyukur kepada Allah. Mereka malah meyembah berhala, yaitu Shada, Shamud, dan Al-Haba.
Nabi Hud a.s Memperingati Kaumnya.
Alquran mengatakan, Dan (kami telah mengutus) kapada kaum 'Ad, saudara mereka, Hud. ia berkata "Hai kaumku, sembahlah Allah. Sekali kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?" (Qs Al-A'raaf 65).
Kaum 'Ad bukannya menyadari kesalahannya dan bersyukur tapi semakin melampaui batas. Mereka melampiaskan hawa nafsu dan syahwat, berbuat fitnah dan bertengkar.
Nabi Hud tidak pernah bosan nya mengajak kaum 'Ad untuk beriman dan menyembah Allah, serta meninggalkan maksiat.
Peringatan Nabi Hud tidak mereka dengar. Malah, pembesar pembesar mereka mengolok olok Nabi Hud. Mereka membantah dengan kata kata kasar dan kotor. Mereka berkata, " Hai Hud, engkau tidak membawa bukti nyata. Kami tidak akan pernah meninggalkan tuhan tuhan kami lantaran omonganmu itu. Dan kami tidak percaya kepadamu."
Turunnya Siksa
Karena tidak mendengar yang Nabi Hud katakan, malah makin menjadi jadi. Akhirnya Allah menurunkan siksa-Nya kepada kaum 'Ad. Allah meniupkan angin panas yang bisa membakar manusia. angin itu berhembus selama tujuh hari tujuh malam. Karena panasnya angin tersebut kaum 'Ad akhirnya binasa.
Secara diam diam, nabi Hud dan pengikutnya telah meninggalkan tempat tinggal mereka sebelum angin bertiup. Kemudian Nabi Hud memulai hidup baru di Hadramaut bersama pengikutnya, orang orang beriman.
Dari hari kehari, bulan ke bulan, dan tahun berganti tahun, penduduk didaerah itu semakin banyak, nabi Hud pun semakin tua. Ketika usianya genap 472 tahun, Nabi Hud pulang kepangkuan Ilahi. Selesailah kewajibannya menyerukan kebaikan dan mengajak umat untuk meninggalkan kemaksiatan. Jenazahnya dikuburkan disebelah timu Kota Hadramaut.
Kaum Ad hidup didaerah yang tanahnya subur. Mata Air mengalir dari segala penjuru, sehingga memudahkan mereka mengelola pertanian. Mereka juga mendirikan gedung gedung megah di kota-kota.
Kaum 'Ad diberikan kekayaan harta benda oleh Allah. Akan tetapi, kaum 'Ad lupa bersyukur kepada Allah. Mereka malah meyembah berhala, yaitu Shada, Shamud, dan Al-Haba.
Nabi Hud a.s Memperingati Kaumnya.
Alquran mengatakan, Dan (kami telah mengutus) kapada kaum 'Ad, saudara mereka, Hud. ia berkata "Hai kaumku, sembahlah Allah. Sekali kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?" (Qs Al-A'raaf 65).
Kaum 'Ad bukannya menyadari kesalahannya dan bersyukur tapi semakin melampaui batas. Mereka melampiaskan hawa nafsu dan syahwat, berbuat fitnah dan bertengkar.
Nabi Hud tidak pernah bosan nya mengajak kaum 'Ad untuk beriman dan menyembah Allah, serta meninggalkan maksiat.
Peringatan Nabi Hud tidak mereka dengar. Malah, pembesar pembesar mereka mengolok olok Nabi Hud. Mereka membantah dengan kata kata kasar dan kotor. Mereka berkata, " Hai Hud, engkau tidak membawa bukti nyata. Kami tidak akan pernah meninggalkan tuhan tuhan kami lantaran omonganmu itu. Dan kami tidak percaya kepadamu."
Turunnya Siksa
Karena tidak mendengar yang Nabi Hud katakan, malah makin menjadi jadi. Akhirnya Allah menurunkan siksa-Nya kepada kaum 'Ad. Allah meniupkan angin panas yang bisa membakar manusia. angin itu berhembus selama tujuh hari tujuh malam. Karena panasnya angin tersebut kaum 'Ad akhirnya binasa.
Secara diam diam, nabi Hud dan pengikutnya telah meninggalkan tempat tinggal mereka sebelum angin bertiup. Kemudian Nabi Hud memulai hidup baru di Hadramaut bersama pengikutnya, orang orang beriman.
Dari hari kehari, bulan ke bulan, dan tahun berganti tahun, penduduk didaerah itu semakin banyak, nabi Hud pun semakin tua. Ketika usianya genap 472 tahun, Nabi Hud pulang kepangkuan Ilahi. Selesailah kewajibannya menyerukan kebaikan dan mengajak umat untuk meninggalkan kemaksiatan. Jenazahnya dikuburkan disebelah timu Kota Hadramaut.
Sabtu, 11 Desember 2010
Nabi Nuh a.s
Nuh adalah putra Lamik bin Matta Syalih bin Idris, menurut Al quran usia Nabi Nuh adalah 950 tahun (Qs Al-Ankabuut 14).
Setelah Nabi Idris meninggal dunia, perilaku masyarakat semakin menyimpang. Begitu juga kaum Nuh, yang ketika itu menyembah berhala. Al quran menyebutkan hal ini dalam surah Nuuh 23.
Mereka berkata, "Jangan kamu tinggalkan tuhan tuhan kamu dan jangan kamu tinggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya'uq dan Nasr."
Selain itu kaum Nuh terkenal Zalim dan sewenang wenang. Kejayaan dan kekayaan membuat mereka sombong. Martabat dan harga diri diukur dari banyaknya harta. Karena itu orang orang miskin dipandang rendah. Para budak diperlakukan seperti binatang.
Karena itu Allah memerintahkan Nuh untuk mengajak mereka ke jalan yang benar dan Nabi Nuh pun dengan sabar menyampaikan ajaran ajaran Allah ke kaumnya. Nabi Nuh berkata kepada kaumnya, "Dan sesungguhnya aku memperingati kamu akan siksa Allah dan aku mengajari kamu jalan keselamatan, maka sembahlah Allah saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, karena jika engkau menyekutukan-Nya, Dia akan menyiksamu pada hari kiamat dengan siksaan yang sangat enyedihkan." (Qs Huud 25-26).
Ternyata seruan Nabi Nuh malah dijadikan cemoohan dan menghina Nabi Nuh, mereka juga meremehkan Nabi Nuh dan pengikutnya yang miskin.
" Maka berkatalah pemimpin pemimpin yang kafir dari kaumnya, 'kami tidak melihat kamu melainkan sebagai seorang manusia biasa seperti kami, kami melihat orang orang yang mengikutimu seperti orang orang yang hina dina dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin kamu adalah orang orang yang berdusta." (Qs Huud 27).
Doa Nabi Nuh a.s
Nabi Nuh kesal terhadap sikap kaumnya. Iapun memohon kepada Allah dan Ia berdoa kapada Allah " Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru dan mengajak kaumku untuk bertobat dan menyembah kepada Mu. Tidak kulewatkan kesempatan siang dan malam untuk mengajak kaumku. Ternyata harapanku sia-sia, mereka malah makin membangkang dan durhaka.
Setiap kali ku ajak mereka untuk menyembah Mu, mereka pun menutup telinga mereka dengan telunjuknya. Mereka tidak suka mendengar ajakanku, sampai sampai mereka menutup wajahnya dengan baju supaya tidak melihatku dan tidak mendengar dakwah yang kuberikan.
Wahai Tuhanku, Aku telah mengajak mereka untuk menyembahmu dengan berbagai cara baik secara terang terangan maupun sembunyi sembunyi, Aku berkata kepada mereka, 'Mintalah ampun kepada Tuhanmu, bertobatlah dari kekayaan dan kemaksiatan, sesungguhnya Dia menerima tobat hambaNya. Dia memaafkan kesalahan kesalahan serta memberi ganjaran atas tobat dan istigfarmu ......"(Qs Nuuh 5-12).
Pembuatan Kapal
Sudah tidak ada harapan lagi akhirnya Nabi Nuh berdoa dan memohon kepada Allah untuk menurunkan Azab kepada kaumnya, dan Allah mengabulkan doanya, sebelum membinasakan kaum Nabi Nuh, Allah memerintahkan Nabi Nuh dan kaum muslim menyiapkan alat untuk menyelamatkan diri. Allah menyuruh mereka membuat kapal.
Nabi Nuh dan pengikutnya segera melaksanakan yang diperintahkan Allah. Mereka mulai membuat kapal. Namun pembuatan kapal mendapat ejekan dari orang orang kafir, Nabi Nuh pun berkata. " Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami), kelak kamu mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang kekal." (Qs Huud 38-39).
Air Bah
Nabi Nuh dan pengikutnya akhirnya selesai membuat kapal. Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengumpulkan sepasang dari setiap jenis hewan yang hidup untuk dibawa ke kapal, hal ini supaya hewan hewan tersebut dapat berkembang biak lagi. Sebab setelah bencana tersebut mahkluk hidup dibumi akan musnah. kecuali yang ikut naik kapal Nabi Nuh.
Setelah itu Nabi Nuh menyuruh para pengikutnya untuk naik ke kapal dan menyuruh mereka berdoa kepada Allah Ta'ala diwaktu berlabuh dan berlayar.
Setelah semuanya siap, Allah menurunkan hujan dari langit dan Allah menyuruh bumi memancarkan air dari segenap penjurunya. Dalam sekejap air dari langit dan bumi berkumpul sehingga timbullah air bah yang sangat dahsyat. Itulah bencana dari Allah dengan Doa dari Nabi Nya untuk membinasakan orang orang kafir.
Sementara itu kapal berlayar dengan perlindungan Allah dan pemeliharaanNya. Allah telah menyelamatkan Nabi Nuh dan orang orang yang beriman.
Tenggelamnya Putra Nabi Nuh a.s
Nabi Nuh teringat akan putranya, sebagai seorang bapak yang menyayangi anaknya, Nabi Nuh memanggil dan meminta anaknya untuk naik ke kapal, tapi putranya menolak.
Nabi Nuh berkata " Hai anakku, naiklah kekapal ini agar engkau selamat dari azab Allah dan janganlah engkau termasuk golongan orang orang kafir yang mengingkari agama Allah".
Putra Nabi Nuh memang durhaka. Dia tetap tidak mau beriman, dia berfikir ini hanyalah bencana biasa, tanpa naik kapalpun dia bisa menyelamatkan diri.
Maka ia berkata kepada Bapaknya "Aku akan berlindung kepuncak yang paling tinggi yang tidak bisa dicapai air, sehingga aku tidak akan tenggelam."
Nabi Nuh mengingatkan "Tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup mencegah takdir Allah. Jika seseorang ditakdirkan tenggelam, ia pasti tenggelam, sebagai balasan bagi orang orang kafir."
Putranya tetap menolak ajakan Nabi Nuh. Ia yakin bisa mencapai puncak gunung teringgi dan berlindung disana. Akan tetapi bukan itu yang terjadi Air bah terus meninggi dan menenggelamkan Putra Nabi Nuh.
Sebelum putranya tenggelam Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar menyelamatkan Putranya, karena Allah berjanji akan menyelamatkan keluarganya. Allah menjawab bahwa putra Nabi Nuh yang kafir tersebut bukanlah termasuk keluarga yang dijanjikan untuk diselamatkan. Hal itu dikarenakan putranya tidak beriman kepada Allah dan melakukan perbuatan yang tidak baik. Allah melarang Nabi Nuh untuk memohon sesuatu, kecuali Ia yakin bahwa hal itu benar.
Nabi Nuh kemudian menyesal, Ia mengakui kesalahannya dan tidak akan memohon sesuatu yang Allah tidak ridhai.
Air Bah Surut
Selanjutnya, Air bah benar benar menenggelamkan kaum Nabi Nuh yang durhaka. Setelah semua orang kafir tenggelam, Allah menyuruh bumi untuk menghisap semua airnya dan menyuruh langit untuk berhenti menurunkan hujan. Maka, surutlah air bah itu. Kapal Nabi Nuh kemudian terdampar di Gunung Judy.
Allah mengatakan dalam Surah Huud 48,
Dikatakan kepada Nuh "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari kami atasmu dan atas umat umat yang mukmin dari orang orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat umat yang kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia). Kemudian, mereka akan ditimpa azab (siksa) yang pedih dari kami."
Ditanah baru itulah, pengikut Nabi Nuh hidup dengan damai. Lalu mereka berkembang sehingga jumlahnya menjadi banyak lagi.
Setelah Nabi Idris meninggal dunia, perilaku masyarakat semakin menyimpang. Begitu juga kaum Nuh, yang ketika itu menyembah berhala. Al quran menyebutkan hal ini dalam surah Nuuh 23.
Mereka berkata, "Jangan kamu tinggalkan tuhan tuhan kamu dan jangan kamu tinggalkan Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya'uq dan Nasr."
Selain itu kaum Nuh terkenal Zalim dan sewenang wenang. Kejayaan dan kekayaan membuat mereka sombong. Martabat dan harga diri diukur dari banyaknya harta. Karena itu orang orang miskin dipandang rendah. Para budak diperlakukan seperti binatang.
Karena itu Allah memerintahkan Nuh untuk mengajak mereka ke jalan yang benar dan Nabi Nuh pun dengan sabar menyampaikan ajaran ajaran Allah ke kaumnya. Nabi Nuh berkata kepada kaumnya, "Dan sesungguhnya aku memperingati kamu akan siksa Allah dan aku mengajari kamu jalan keselamatan, maka sembahlah Allah saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, karena jika engkau menyekutukan-Nya, Dia akan menyiksamu pada hari kiamat dengan siksaan yang sangat enyedihkan." (Qs Huud 25-26).
Ternyata seruan Nabi Nuh malah dijadikan cemoohan dan menghina Nabi Nuh, mereka juga meremehkan Nabi Nuh dan pengikutnya yang miskin.
" Maka berkatalah pemimpin pemimpin yang kafir dari kaumnya, 'kami tidak melihat kamu melainkan sebagai seorang manusia biasa seperti kami, kami melihat orang orang yang mengikutimu seperti orang orang yang hina dina dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin kamu adalah orang orang yang berdusta." (Qs Huud 27).
Doa Nabi Nuh a.s
Nabi Nuh kesal terhadap sikap kaumnya. Iapun memohon kepada Allah dan Ia berdoa kapada Allah " Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru dan mengajak kaumku untuk bertobat dan menyembah kepada Mu. Tidak kulewatkan kesempatan siang dan malam untuk mengajak kaumku. Ternyata harapanku sia-sia, mereka malah makin membangkang dan durhaka.
Setiap kali ku ajak mereka untuk menyembah Mu, mereka pun menutup telinga mereka dengan telunjuknya. Mereka tidak suka mendengar ajakanku, sampai sampai mereka menutup wajahnya dengan baju supaya tidak melihatku dan tidak mendengar dakwah yang kuberikan.
Wahai Tuhanku, Aku telah mengajak mereka untuk menyembahmu dengan berbagai cara baik secara terang terangan maupun sembunyi sembunyi, Aku berkata kepada mereka, 'Mintalah ampun kepada Tuhanmu, bertobatlah dari kekayaan dan kemaksiatan, sesungguhnya Dia menerima tobat hambaNya. Dia memaafkan kesalahan kesalahan serta memberi ganjaran atas tobat dan istigfarmu ......"(Qs Nuuh 5-12).
Pembuatan Kapal
Sudah tidak ada harapan lagi akhirnya Nabi Nuh berdoa dan memohon kepada Allah untuk menurunkan Azab kepada kaumnya, dan Allah mengabulkan doanya, sebelum membinasakan kaum Nabi Nuh, Allah memerintahkan Nabi Nuh dan kaum muslim menyiapkan alat untuk menyelamatkan diri. Allah menyuruh mereka membuat kapal.
Nabi Nuh dan pengikutnya segera melaksanakan yang diperintahkan Allah. Mereka mulai membuat kapal. Namun pembuatan kapal mendapat ejekan dari orang orang kafir, Nabi Nuh pun berkata. " Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami), kelak kamu mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang kekal." (Qs Huud 38-39).
Air Bah
Nabi Nuh dan pengikutnya akhirnya selesai membuat kapal. Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengumpulkan sepasang dari setiap jenis hewan yang hidup untuk dibawa ke kapal, hal ini supaya hewan hewan tersebut dapat berkembang biak lagi. Sebab setelah bencana tersebut mahkluk hidup dibumi akan musnah. kecuali yang ikut naik kapal Nabi Nuh.
Setelah itu Nabi Nuh menyuruh para pengikutnya untuk naik ke kapal dan menyuruh mereka berdoa kepada Allah Ta'ala diwaktu berlabuh dan berlayar.
Setelah semuanya siap, Allah menurunkan hujan dari langit dan Allah menyuruh bumi memancarkan air dari segenap penjurunya. Dalam sekejap air dari langit dan bumi berkumpul sehingga timbullah air bah yang sangat dahsyat. Itulah bencana dari Allah dengan Doa dari Nabi Nya untuk membinasakan orang orang kafir.
Sementara itu kapal berlayar dengan perlindungan Allah dan pemeliharaanNya. Allah telah menyelamatkan Nabi Nuh dan orang orang yang beriman.
Tenggelamnya Putra Nabi Nuh a.s
Nabi Nuh teringat akan putranya, sebagai seorang bapak yang menyayangi anaknya, Nabi Nuh memanggil dan meminta anaknya untuk naik ke kapal, tapi putranya menolak.
Nabi Nuh berkata " Hai anakku, naiklah kekapal ini agar engkau selamat dari azab Allah dan janganlah engkau termasuk golongan orang orang kafir yang mengingkari agama Allah".
Putra Nabi Nuh memang durhaka. Dia tetap tidak mau beriman, dia berfikir ini hanyalah bencana biasa, tanpa naik kapalpun dia bisa menyelamatkan diri.
Maka ia berkata kepada Bapaknya "Aku akan berlindung kepuncak yang paling tinggi yang tidak bisa dicapai air, sehingga aku tidak akan tenggelam."
Nabi Nuh mengingatkan "Tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup mencegah takdir Allah. Jika seseorang ditakdirkan tenggelam, ia pasti tenggelam, sebagai balasan bagi orang orang kafir."
Putranya tetap menolak ajakan Nabi Nuh. Ia yakin bisa mencapai puncak gunung teringgi dan berlindung disana. Akan tetapi bukan itu yang terjadi Air bah terus meninggi dan menenggelamkan Putra Nabi Nuh.
Sebelum putranya tenggelam Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar menyelamatkan Putranya, karena Allah berjanji akan menyelamatkan keluarganya. Allah menjawab bahwa putra Nabi Nuh yang kafir tersebut bukanlah termasuk keluarga yang dijanjikan untuk diselamatkan. Hal itu dikarenakan putranya tidak beriman kepada Allah dan melakukan perbuatan yang tidak baik. Allah melarang Nabi Nuh untuk memohon sesuatu, kecuali Ia yakin bahwa hal itu benar.
Nabi Nuh kemudian menyesal, Ia mengakui kesalahannya dan tidak akan memohon sesuatu yang Allah tidak ridhai.
Air Bah Surut
Selanjutnya, Air bah benar benar menenggelamkan kaum Nabi Nuh yang durhaka. Setelah semua orang kafir tenggelam, Allah menyuruh bumi untuk menghisap semua airnya dan menyuruh langit untuk berhenti menurunkan hujan. Maka, surutlah air bah itu. Kapal Nabi Nuh kemudian terdampar di Gunung Judy.
Allah mengatakan dalam Surah Huud 48,
Dikatakan kepada Nuh "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari kami atasmu dan atas umat umat yang mukmin dari orang orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat umat yang kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia). Kemudian, mereka akan ditimpa azab (siksa) yang pedih dari kami."
Ditanah baru itulah, pengikut Nabi Nuh hidup dengan damai. Lalu mereka berkembang sehingga jumlahnya menjadi banyak lagi.
Jumat, 10 Desember 2010
Nabi Idris as
Idris adalah nabi kedua setelah Nabi Adam as. Nama Lengkapnya adalah Idris bin Mahlayil bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam a.s.
Alquran tidak bercerita panjang lebar mengenai Idris, Dalam Al quran, Idris dipuji oleh Allah sebagai Orang yang Sabar.
"Dan (Ingatlah kisah) Ismail, Idris, Dzulkifli, semua mereka termasuk orang orang yang sabar. Kami telah memasukan mereka ke dalam Rahmat kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang orang yang Saleh." (Qs Al-Anbiyaa 85-86).
Di ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah mengangkat Idris ketempat yang tinggi.
"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (Qs Maryam 56-57).
Menurut sebagian kelompok Idris dilahirkan di Mesir didaerah Munaf. Ia diberi nama Hurmus Al-Haramisah. Kata Hurmus berasal dari bahasa Yunani "Arnia", yang didalam bahasa Arab menjadi "Hurmus". Sementara menurut orang orang Ibrani, ia bernama Khunukh. Sedangkan didalam Al quran, Allah memberi nama Idris.
Idris pernah meninggalkan Mesir, berkelana mengelilingi Dunia, kemudian kembali lagi ke mesir. Allah mengangkatnya menjadi Rasul ketika Idris berusia 82 tahun.
Idris adalah orang pertama pandai naik kuda, Ilmu Alam, tulis menulis dan berhitung. Ia mempelajari peninggalan Nabi Adam dan Syits. Ia sangat Berani dan Gagah, sehingga digelari "asadul usud". Singa dari segala singa.
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, dari Anas bin Malik, ketika Rasullulah Mikraj ke langit, beliau bertemu Idris disuatu tempat. Ketika itu Idris berkata, "Selamat datang nabi yang saleh dan saudara yang saleh." Maka Nabi Saw bertanya kepada jibril," Siapakah dia, wahai jibril?" jibril menjawab, "Dialah Idris."
Alquran tidak bercerita panjang lebar mengenai Idris, Dalam Al quran, Idris dipuji oleh Allah sebagai Orang yang Sabar.
"Dan (Ingatlah kisah) Ismail, Idris, Dzulkifli, semua mereka termasuk orang orang yang sabar. Kami telah memasukan mereka ke dalam Rahmat kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang orang yang Saleh." (Qs Al-Anbiyaa 85-86).
Di ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah mengangkat Idris ketempat yang tinggi.
"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (Qs Maryam 56-57).
Menurut sebagian kelompok Idris dilahirkan di Mesir didaerah Munaf. Ia diberi nama Hurmus Al-Haramisah. Kata Hurmus berasal dari bahasa Yunani "Arnia", yang didalam bahasa Arab menjadi "Hurmus". Sementara menurut orang orang Ibrani, ia bernama Khunukh. Sedangkan didalam Al quran, Allah memberi nama Idris.
Idris pernah meninggalkan Mesir, berkelana mengelilingi Dunia, kemudian kembali lagi ke mesir. Allah mengangkatnya menjadi Rasul ketika Idris berusia 82 tahun.
Idris adalah orang pertama pandai naik kuda, Ilmu Alam, tulis menulis dan berhitung. Ia mempelajari peninggalan Nabi Adam dan Syits. Ia sangat Berani dan Gagah, sehingga digelari "asadul usud". Singa dari segala singa.Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, dari Anas bin Malik, ketika Rasullulah Mikraj ke langit, beliau bertemu Idris disuatu tempat. Ketika itu Idris berkata, "Selamat datang nabi yang saleh dan saudara yang saleh." Maka Nabi Saw bertanya kepada jibril," Siapakah dia, wahai jibril?" jibril menjawab, "Dialah Idris."
Nabi Adam as
Penciptaan yang Pertama kali
Sebelum segalanya ada hanya Allah swt lah yang ada, kemudian Allah menciptakan Malaikat dari Cahaya. Malaikat adalah mahluk yang tidak meninggal dunia kecuali di hari kiamat. Dia bisa pergi kemana saja Ia suka, Dia juga bisa berubah wujud menyerupai Manusia.
Lalu Allah menciptakan langit, matahari, bulan, bintang, Planet, dan benda benda langit lainnya. Allah yang mengatur dan memerintahkan semuanya itu bergerak atau berputar, menjaga keseimbangan agar benda benda langit tersebut tidak bertabrakan.
Selanjutnya Allah menciptakan segala sesuatu yang bisa ditempatkan dibumi seperti binatang, tumbuhan, pohon, gunung dll, semuanya beraneka ragam jenis dan bentuk.
Kemudian Allah menciptakan Jin dari api, jin bisa berubah bentuk menjadi apa saja yang dia sukai. Jin diciptakan oleh Allah untuk beribadah dan mengabdi kepadaNya, jin juga ada yang beriman dan ada juga yang tidak beriman (kafir).
Allah telah menjelaskan dalam Al-Quran,
"Dan Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku" (QS Al-Dzaariyaat).
Terusirnya Nabi Adam dari Surga
Setelah Allah menciptakan semua seluruh alam dan isinya, Allah menciptakan manusia yang pertama kalinya yaitu Adam yang tugas utamanya oleh Allah diberikan untuk mengurus Bumi.
Sebelumnya Allah memberitahu kepada malaikat " Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah dimuka bumi".
Para malaikat bertanya "Apakah Engkau akan menciptakan khalifah dimuka bumi hanya untuk membuat kerusakan, berbuat maksiat dan menumpahkan darah? padahal Engkau tahu ya Allah kami selalu memuji-Mu dan Mengangungkan nama-Mu sebagai tanda syukur kepada-Mu."
Lalu Allah berkata "Sesungguhnya Aku lebih mengetahui daripada kalian", lalu Allah memerintahkankan malaikat untuk mengambil Tanah dari bumi dan menciptakan Adam lalu meniupkan ruh ke tubuhnya, dan kemudian mengajari ilmu pengetahuan dan lain lain, maka selesailah proses penciptaan manusia pertama yaitu Adam.
Iblis Membangkang
Ketika Allah bermaksud menjadikan Adam sebagai Khalifah, Allah memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam.
Para malaikat segera memenuhi apa yang Allah perintahkan, sebaliknya iblis menolak perintah Allah, iblis tidak mau bersujud,
"Hai Iblis, mengapa engkau tidak mau bersujud kepada Adam?" tanya Allah kepada Iblis.
"Bukankah Engkau menciptakan aku dari Api sedangkan Adam dari tanah? aku tidak mau bersujud kepada Adam karena aku lebih mulia daripada Adam." jawab iblis congkak.
Jawaban iblis membuat Allah murka.
"Keluarlah engkau dari Surga! sesungguhnya kamu termasuk yang terusir, Dan Kutukan Ku atasmu tetap sampai hari pembalasan."
Sementara itu Adam hidup sendirian di Surga dengan segala kenikmatannya, namun Adam merasa kesepian. Allah kemudian menciptakan Hawa dan memerintahkannya untuk menemani Adam, Allah juga memperbolehkan keduanya untuk bersenang senang disurga. Tapi ada satu larangan Allah dimana Adam dan Hawa dilarang mendekati apalagi sampai memakan Buah dari Pohon tersebut.
Iblis yang mendengar larangan itu Gembira, Ia mendapat akal untuk menyesatkan Adam dan Hawa. Iblis akan berusaha mempengaruhi Adam dan Hawa untuk memakan Buah tersebut dimana Iblis menyebutkan jika memakan Buah tersebut maka Adam dan Hawa akan kekal selamanya disurga. Itulah bujukan Iblis.
Dosa Nabi Adam as
Setelah berusaha keras akhirnya Iblis berhasil menggoda Adam dan Hawa memakan Buah tersebut, Allah pun menegur "Bukankah Aku telah memberitahu kalian bahwa Setan adalah musuh yang nyata bagi kalian!"
Adam dan Hawa menyesal akan perbuatannya, lalu mereka bertobat dan berdoa kepada Allah "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dengan mendurhakai-Mu dan menyalahi perintah-Mu, maka ampunilah dan kasihanilah kami. Sebab jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihani kami, niscaya kami orang orang yang merugi" (Qs Al-A'raaf 22-23).
Allah menerima tobat Adam dan Hawa, tapi Allah menurunkan keduanya di Bumi, dibumi inilah keduanya memulai hidup baru, berjuang untuk bertahan hidup dan bekerja keras untuk mendapatkan makanan, tidak seperti di surga.
Allah menurunkan Adam dan Hawa kebumi dengan terpisah, Adam berada di Hindustan dan Hawa berada di Jeddah, mereka saling mencari, kemudian Allah mempertemukan mereka di Muzdalifah.
Akhirnya mereka berdua hidup dibumi ini menurut petunjuk Allah. Adam dan Hawa mempunyai anak kembar sampai 20 pasang, setiap yang dilahirkan selalu kembar dan berpasangan, laki laki dan perempuan.
Sebelum segalanya ada hanya Allah swt lah yang ada, kemudian Allah menciptakan Malaikat dari Cahaya. Malaikat adalah mahluk yang tidak meninggal dunia kecuali di hari kiamat. Dia bisa pergi kemana saja Ia suka, Dia juga bisa berubah wujud menyerupai Manusia.
Lalu Allah menciptakan langit, matahari, bulan, bintang, Planet, dan benda benda langit lainnya. Allah yang mengatur dan memerintahkan semuanya itu bergerak atau berputar, menjaga keseimbangan agar benda benda langit tersebut tidak bertabrakan.
Selanjutnya Allah menciptakan segala sesuatu yang bisa ditempatkan dibumi seperti binatang, tumbuhan, pohon, gunung dll, semuanya beraneka ragam jenis dan bentuk.
Kemudian Allah menciptakan Jin dari api, jin bisa berubah bentuk menjadi apa saja yang dia sukai. Jin diciptakan oleh Allah untuk beribadah dan mengabdi kepadaNya, jin juga ada yang beriman dan ada juga yang tidak beriman (kafir).
Allah telah menjelaskan dalam Al-Quran,
"Dan Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku" (QS Al-Dzaariyaat).
Terusirnya Nabi Adam dari Surga
Setelah Allah menciptakan semua seluruh alam dan isinya, Allah menciptakan manusia yang pertama kalinya yaitu Adam yang tugas utamanya oleh Allah diberikan untuk mengurus Bumi.
Sebelumnya Allah memberitahu kepada malaikat " Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah dimuka bumi".
Para malaikat bertanya "Apakah Engkau akan menciptakan khalifah dimuka bumi hanya untuk membuat kerusakan, berbuat maksiat dan menumpahkan darah? padahal Engkau tahu ya Allah kami selalu memuji-Mu dan Mengangungkan nama-Mu sebagai tanda syukur kepada-Mu."
Lalu Allah berkata "Sesungguhnya Aku lebih mengetahui daripada kalian", lalu Allah memerintahkankan malaikat untuk mengambil Tanah dari bumi dan menciptakan Adam lalu meniupkan ruh ke tubuhnya, dan kemudian mengajari ilmu pengetahuan dan lain lain, maka selesailah proses penciptaan manusia pertama yaitu Adam.
Iblis Membangkang
Ketika Allah bermaksud menjadikan Adam sebagai Khalifah, Allah memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam.
Para malaikat segera memenuhi apa yang Allah perintahkan, sebaliknya iblis menolak perintah Allah, iblis tidak mau bersujud,
"Hai Iblis, mengapa engkau tidak mau bersujud kepada Adam?" tanya Allah kepada Iblis.
"Bukankah Engkau menciptakan aku dari Api sedangkan Adam dari tanah? aku tidak mau bersujud kepada Adam karena aku lebih mulia daripada Adam." jawab iblis congkak.
Jawaban iblis membuat Allah murka.
"Keluarlah engkau dari Surga! sesungguhnya kamu termasuk yang terusir, Dan Kutukan Ku atasmu tetap sampai hari pembalasan."
Sementara itu Adam hidup sendirian di Surga dengan segala kenikmatannya, namun Adam merasa kesepian. Allah kemudian menciptakan Hawa dan memerintahkannya untuk menemani Adam, Allah juga memperbolehkan keduanya untuk bersenang senang disurga. Tapi ada satu larangan Allah dimana Adam dan Hawa dilarang mendekati apalagi sampai memakan Buah dari Pohon tersebut.
Iblis yang mendengar larangan itu Gembira, Ia mendapat akal untuk menyesatkan Adam dan Hawa. Iblis akan berusaha mempengaruhi Adam dan Hawa untuk memakan Buah tersebut dimana Iblis menyebutkan jika memakan Buah tersebut maka Adam dan Hawa akan kekal selamanya disurga. Itulah bujukan Iblis.
Dosa Nabi Adam as
Setelah berusaha keras akhirnya Iblis berhasil menggoda Adam dan Hawa memakan Buah tersebut, Allah pun menegur "Bukankah Aku telah memberitahu kalian bahwa Setan adalah musuh yang nyata bagi kalian!"
Adam dan Hawa menyesal akan perbuatannya, lalu mereka bertobat dan berdoa kepada Allah "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dengan mendurhakai-Mu dan menyalahi perintah-Mu, maka ampunilah dan kasihanilah kami. Sebab jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihani kami, niscaya kami orang orang yang merugi" (Qs Al-A'raaf 22-23).
Allah menerima tobat Adam dan Hawa, tapi Allah menurunkan keduanya di Bumi, dibumi inilah keduanya memulai hidup baru, berjuang untuk bertahan hidup dan bekerja keras untuk mendapatkan makanan, tidak seperti di surga.
Allah menurunkan Adam dan Hawa kebumi dengan terpisah, Adam berada di Hindustan dan Hawa berada di Jeddah, mereka saling mencari, kemudian Allah mempertemukan mereka di Muzdalifah.
Akhirnya mereka berdua hidup dibumi ini menurut petunjuk Allah. Adam dan Hawa mempunyai anak kembar sampai 20 pasang, setiap yang dilahirkan selalu kembar dan berpasangan, laki laki dan perempuan.
Langganan:
Postingan (Atom)




